Langsung ke konten utama

WOW!! Selebgram Cantik Ini Memilih Hidup di Hutan Tanpa Busana

Freelee, wanita asal Queensland, Australia yang kerap membuat sensasi dan kontroversi. Setelah mengaku melakukan diet hanya makan pisang, kini ia menjalani hidup yang semakin natural.


Freelee yang selama ini menganut gaya hidup eco-friendly memutuskan untuk pindah ke hutan hujan di Amerika Selatan. Ya, Youtuber dan selebgram 37 tahun itu kini hidup di hutan dan memilih hidup tanpa busana.

"Aku menghabiskan hariku telanjang, bebas dari pakaian ketat. Aku berhenti dari hubungan yang tidak sehat dan menemukan kedamaian," ujar wanita dengan gaya hidup vegan itu, seperti dikutip dari Daily Star.

Freelee yang punya nama asli Leanne Ratcliffe itu mengaku sudah muak bekerja kantoran. Selama 11 tahun ia bekerja di bawah naungan perusahaan, Freelee kemudian menjadi personal trainer.

Tapi kini pun berhenti dari profesinya itu dan menikmati hidupnya yang natural di alam bebas. Freelee sudah menjalani hidup bebasnya di hutan tanpa busana sudah hampir satu tahun ini.

"Aku makan buah dan sayur organik yang tinggal dipetik. Aku mandi di musim hujan dan minum dari sungai dengan air yang masih asli," ungkapnya.

Freelee pun mengaku tidak lagi melakukan perawatan kecantikan dan mencukur bulu-bulu tubuhnya. Dengan hidup seperti ini, pemilik followers Instagram 85 ribu itu merasa lebih nyaman dan bebas.

"Kini aku akan telanjang di setiap fotoku. Ya, bugil di hutan. Tanpa busana, makeup, mencukur bulu. Itu terasa baik-baik saja," tuturnya lagi.

Sumber: DETIK.COM


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pemuda Tani Indonesia Dukung Prabowo Terungkap

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pemuda Tani Indonesia memutuskan untuk mendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Fary Djemy Francis menjelaskan, dukungan itu diberikan karena para petani merasa kecewa dengan capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mampu memenuhi janji-janjinya. Di antaranya reforma agraria tidak teralisasi dan janji tidak impor pangan diingkari. "Atas dasar itulah Pemuda Tani Indonesia menganggap Indonesia perlu pemimpin baru. Pemimpin yang pro petani," kata politisi Gerindra itu dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (13/2). Dukungan itu diberikan karena  Pemuda Tani Indonesia yakin dengan komitmen pasangan Prabowo-Sandi atas kehidupan petani yang lebih sejahtera. "Misalkan menjamin ketersediaan pupuk, memberikan modal usaha untuk petani dan nelayan, membangun pasar khusus untuk hasil pertanian di daerah, menjamin harga produksi beras pe...

Ukuran Kelamin Dinilai Terlalu Besar, Menantu Dipolisikan Mertua

Polsek Maron belum lama ini menemukan kasus yang terbilang unik. Sebuah kasus atas kematian seseorang yang semula diduga tidak wajar. Penyebabnya diketahui gara-gara ukuran alat kelamin. Kasus ini akhirnya tak sampai ke meja hijau, setelah upaya Polsek Maron melakukan upaya mediasi. DAMAI : Sito dan Basar didampingi petugas polsek Maron beberapa waktu lalu. (Polsek Maron for Jawa Pos Radar Bromo) Adalah Sito, 55, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, yang melaporkan kasus ini. Sito melaporkan Basar, yang tak lain menantunya sendiri. Pelaporan tersebut, atas tuduhan pembunuhan terhadap anaknya yaitu Jumatri. Aipda Dadang, Kanit Reskrim Polsek Maron mengatakan, laporan pembunuhan itu dilayangkan beberapa waktu lalu. Yang menjadi terlapor yaitu menantunya, yang diduga karena memiliki alat kelamin yang besar. “Jadi, meninggalnya anak pelapor (Jumatri) itu sempat diduga karena akibat suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar. Sehi...

Begini Asal-Usul Nama Es Dawet Jembut Kecabut

Es Jembut Kecabut adalah nama sajian es ini. Sekilas memang terdengar 'jorok' dan 'saru'. Dalam bahasa Jawa, jembut berarti bulu kemaluan dan kecabut artinya tercabut dari akarnya. Akan tetapi untuk makanan ini, nama itu adalah nama singkatan. Dinamai es dawet jembut kecabut karena lokasinya ada di sebelah timur Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh dan disingkat Jembut Kecabut. Ini merupakan es dawet atau cendol hitam khas Purworejo. Semangkuk es dawet ini dibandrol dengan harga Rp 4.000. Mau coba?