Langsung ke konten utama

Lagi, Facebook Tegaskan Menutup Akun Abu Janda Karena Berbahaya

Facebook menanggapi ancaman somasi dari Abu Janda alias Permadi Arya. Facebook menjelaskan, pihaknya menutup sejumlah akun Fanpage karena dianggap berbahaya.


“Prioitas kami adalah meminimalisir kekuatan grup Saracen untuk menggunakan akun, halaman, dan grup yang disusupi serta mencegah kemungkinan yang berbahaya,” kata Juru Bicara Facebook Indonesia dalam keterangan tertulis, Selasa (12/2/2019) dikutip dari Republika Online.

Dilansir di laman Newsroom.fb.com, Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, mengumumkan Facebook menghapus 207 halaman, 800 akun, 546 grup di situs sosial media itu. Facebook menyatakan akun, grup dan halaman itu terlibat dalam perilaku tidak otentik yang terkoordinasi di Facebook di Indonesia.

Artinya, akun, grup, dan halaman tersebut disebut menyesatkan orang lain tentang sosok atau aktivitas di sosial media Facebook. “Semua halaman, akun, dan grup ini ditautkan ke grup Saracen, sindikat daring di Indonesia,” kata Gleicher.

Facebok menyebut sejumlah akun, grup, dan halaman yang dihapus seperti, Permadi Arya (halaman), Kata Warga (halaman), Daeknet ID (halaman), Berita Hari Ini (grup), dan AC Milan Indo (grup). Gleicher mengatakan Facebook mencatat halaman, grup, dan akun itu berdasarkan perilaku di sosial media, bukan konten posting atau unggahan.

Diberitakan BERITATERKINI.Co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pemuda Tani Indonesia Dukung Prabowo Terungkap

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pemuda Tani Indonesia memutuskan untuk mendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Fary Djemy Francis menjelaskan, dukungan itu diberikan karena para petani merasa kecewa dengan capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mampu memenuhi janji-janjinya. Di antaranya reforma agraria tidak teralisasi dan janji tidak impor pangan diingkari. "Atas dasar itulah Pemuda Tani Indonesia menganggap Indonesia perlu pemimpin baru. Pemimpin yang pro petani," kata politisi Gerindra itu dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (13/2). Dukungan itu diberikan karena  Pemuda Tani Indonesia yakin dengan komitmen pasangan Prabowo-Sandi atas kehidupan petani yang lebih sejahtera. "Misalkan menjamin ketersediaan pupuk, memberikan modal usaha untuk petani dan nelayan, membangun pasar khusus untuk hasil pertanian di daerah, menjamin harga produksi beras pe...

Pria Ini Tuntut Orang Tuanya Karena Dilahirkan Tanpa Izin Dirinya

Seorang pria di India dilaporkan akan menuntut orang tuanya secara hukum karena melahirkannya tanpa memintai izin apakah dia memang ingin dilahirkan ke dunia ini atau tidak. Menurut Daily Star, Jumat 15 Februari 2019, pria itu bernama Raphael Samuel, 27 tahun. Pria dari Mumbai, India, adalah advokat “anti-natalis” yang percaya anak-anak tidak boleh dibuat menderita. Dia mengklaim orang tua tidak memiliki hak untuk melahirkan jika seorang anak tidak setuju untuk dilahirkan. Tetapi meskipun mengklaim dia memiliki “hubungan yang hebat” dengan orang tuanya, dia sekarang akan mengambil tindakan hukum terhadap orang tuanya. Dia berkata: “Saya ingin memberi tahu semua anak-anak India bahwa mereka tidak berutang apa pun kepada orang tua mereka. “Saya mencintai orang tua saya, dan kami memiliki hubungan yang hebat, tetapi mereka memiliki saya untuk kesenangan mereka. “Hidup saya luar biasa, tetapi saya tidak melihat mengapa saya harus menjalani kehidupan lain melalui pergulatan...

Ukuran Kelamin Dinilai Terlalu Besar, Menantu Dipolisikan Mertua

Polsek Maron belum lama ini menemukan kasus yang terbilang unik. Sebuah kasus atas kematian seseorang yang semula diduga tidak wajar. Penyebabnya diketahui gara-gara ukuran alat kelamin. Kasus ini akhirnya tak sampai ke meja hijau, setelah upaya Polsek Maron melakukan upaya mediasi. DAMAI : Sito dan Basar didampingi petugas polsek Maron beberapa waktu lalu. (Polsek Maron for Jawa Pos Radar Bromo) Adalah Sito, 55, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, yang melaporkan kasus ini. Sito melaporkan Basar, yang tak lain menantunya sendiri. Pelaporan tersebut, atas tuduhan pembunuhan terhadap anaknya yaitu Jumatri. Aipda Dadang, Kanit Reskrim Polsek Maron mengatakan, laporan pembunuhan itu dilayangkan beberapa waktu lalu. Yang menjadi terlapor yaitu menantunya, yang diduga karena memiliki alat kelamin yang besar. “Jadi, meninggalnya anak pelapor (Jumatri) itu sempat diduga karena akibat suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar. Sehi...