Langsung ke konten utama

Istana Kirim Dokter Untuk Rawat Istri Presiden Ke-6 SBY

Istana Kepresidenan mengirimkan tim dokter kepresidenan untuk membantu menangani istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang sedang menjalani perawatan di Singapura. Menurut Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, tim dokter kepresidenan telah berangkat ke Singapura sejak Selasa (12/2) lalu.

Ia mengatakan, sebelumnya telah berdiskusi dengan Kepala RSPAD Gatot Soebroto dr Terawan Agus Putranto yang juga salah satu dokter kepresidenan. "Sudah, Kepala RSPAD. Kemarin diskusi dengan saya, sudah berangkat kemarin," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (13/2).

Ani Yudhoyono diberitakan telah menjalani perawatan di Singapura sejak Sabtu (9/2) pekan lalu. Kendati demikian, belum diketahui secara jelas penyakit yang diderita istri Ketum Partai Demokrat itu.

Menurut Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari, keluarga besar SBY masih menunggu hasil dari tim dokter. "Saat ini masih terus melakukan observasi," ujarnya.

Diberitakan REBUKLIKA.CO.ID

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pemuda Tani Indonesia Dukung Prabowo Terungkap

Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Pemuda Tani Indonesia memutuskan untuk mendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Fary Djemy Francis menjelaskan, dukungan itu diberikan karena para petani merasa kecewa dengan capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mampu memenuhi janji-janjinya. Di antaranya reforma agraria tidak teralisasi dan janji tidak impor pangan diingkari. "Atas dasar itulah Pemuda Tani Indonesia menganggap Indonesia perlu pemimpin baru. Pemimpin yang pro petani," kata politisi Gerindra itu dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (13/2). Dukungan itu diberikan karena  Pemuda Tani Indonesia yakin dengan komitmen pasangan Prabowo-Sandi atas kehidupan petani yang lebih sejahtera. "Misalkan menjamin ketersediaan pupuk, memberikan modal usaha untuk petani dan nelayan, membangun pasar khusus untuk hasil pertanian di daerah, menjamin harga produksi beras pe...

Ukuran Kelamin Dinilai Terlalu Besar, Menantu Dipolisikan Mertua

Polsek Maron belum lama ini menemukan kasus yang terbilang unik. Sebuah kasus atas kematian seseorang yang semula diduga tidak wajar. Penyebabnya diketahui gara-gara ukuran alat kelamin. Kasus ini akhirnya tak sampai ke meja hijau, setelah upaya Polsek Maron melakukan upaya mediasi. DAMAI : Sito dan Basar didampingi petugas polsek Maron beberapa waktu lalu. (Polsek Maron for Jawa Pos Radar Bromo) Adalah Sito, 55, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, yang melaporkan kasus ini. Sito melaporkan Basar, yang tak lain menantunya sendiri. Pelaporan tersebut, atas tuduhan pembunuhan terhadap anaknya yaitu Jumatri. Aipda Dadang, Kanit Reskrim Polsek Maron mengatakan, laporan pembunuhan itu dilayangkan beberapa waktu lalu. Yang menjadi terlapor yaitu menantunya, yang diduga karena memiliki alat kelamin yang besar. “Jadi, meninggalnya anak pelapor (Jumatri) itu sempat diduga karena akibat suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar. Sehi...

Begini Asal-Usul Nama Es Dawet Jembut Kecabut

Es Jembut Kecabut adalah nama sajian es ini. Sekilas memang terdengar 'jorok' dan 'saru'. Dalam bahasa Jawa, jembut berarti bulu kemaluan dan kecabut artinya tercabut dari akarnya. Akan tetapi untuk makanan ini, nama itu adalah nama singkatan. Dinamai es dawet jembut kecabut karena lokasinya ada di sebelah timur Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh dan disingkat Jembut Kecabut. Ini merupakan es dawet atau cendol hitam khas Purworejo. Semangkuk es dawet ini dibandrol dengan harga Rp 4.000. Mau coba?