Langsung ke konten utama

Tumbuh di Lokasi Angker, Pohon Pisang Ini Berbuah di Tengah Batang

Banyak kejadian-kejadian atau peristiwa menarik yang terjadi di sekitar kehidupan kita dan semua itu tentu bisa diambil sebagai pelajaran hidup yang sangat berharga.


Entah itu fenomena alam atau Tuhan memang sengaja ingin memperlihatkan kekuasaannya agar manusia tidak berbuat sesuatu yang di luar batas.

Seperti fenomena yang akan kami ceritakan dibawah ini.

Jika biasanya buah pisang keluar di ujung batang atau di pucuk pohon pisang, maka lain dengan pohon pisang yang ada dalam kejadian ini, buah pisang ini keluar dari tengah batang pohon, peristiwa ini terjadi di Kelurahan Talotenreng, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, di sebuah lahan yang telah lima tahun kosong.

Dilansir dari tribunnews.com, Sabtu (02/02/2019) bekas pemilik lahan menuturkan tentang tanah tempat tumbuh pisang tersebut dulunya adalah lahan kosong dan memang dikenal angker.

Pemilik tanah yang punya sekarang kemudian tanami pisang, tapi pohon pisang yang berbuah ini adalah tunas yang baru muncul kembali. Hal itu disampaiakan kepada Tribun Timur, Sabtu (02/02/2019).

Menurutnya, pisang yang berbuah itu adalah jenis pisang ambon yang sering dipakai pada ritual-ritual adat masyarakat. Bagi masyarakat Bugis, pisang itu disebut Otti lereng.

Buah pisang aneh yang keluar dari tengah batang tersebut pertama kali dilihat Arifin Dg Palili Jumat (01/02/2019) kemarin.

Awalnya ia sempat ingin mencabutnya, karena menganggap buah pisang itu cuma sekadar ditempel.

"Saya tarik karena pikir cuma ditempel. Tapi malahan saya yang terlempar. Itu asli, bukan ditempel-tempel,"

Masih melansir sumber yang sama, lelaki itu pun sempat berniat untuk memotong buah tersebut, tapi niatan tersebut diurungkannya lantaran dilarang istrinya. Alhasil, lelaki gemar olahraga tersebut pun cuma mengikatnya dengan kain putih.

"Diberi kain putih, barangkali ada wasiat, ada pesan khusus," bebernya.

Lahan kosong tempat tumbuh pisang yang dikenal angker dan tak kunjung dibanguni tersebut punya cerita panjang.

Menurt cerita warga, saban malam Jumat, kadang masyarakat mendengar suara gemericik air, serupa orang sedang mandi. Memang, ada sumur di tengah lahan kosong yang mulai kini disesaki belukar.

"Dulu saya sempat pelihara sapi, saya buatkan kandang di situ. 20 sapi saya mati. Kalau ada yang tinggal di situ, kalau sudah jatuh sakit, bisa dipastikan bakalan meninggal,"

Cerita mistis di lahan tempat pisang berbuah unik tersebut tumbuh belum berakhir sampai di situ.

Arifin membeberkan, siapa pun yang tinggal di lahan tersebut kalau tak sakit yang dipastikan akan merenggut nyawa, bahtera rumah tangga yang dirajut penghuni tempat tersebut bakalan berakhir dengan perceraian.

"Sudah berkali-kali dijual, begitu-begitu terus. Terakhir, ada orang dari Makassar mau beli 50 juta, tapi pas dengar ceritanya, tidak jadi,"

Lahan tersebut sudah lima tahun kosong. Kini banya masyarakat menyambangi lahan kosong tersebut, lantaran penasaran dengan kemunculan buah pisang yang tiba-tiba cuat dari tengah batang pohon.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pria Ini Tuntut Orang Tuanya Karena Dilahirkan Tanpa Izin Dirinya

Seorang pria di India dilaporkan akan menuntut orang tuanya secara hukum karena melahirkannya tanpa memintai izin apakah dia memang ingin dilahirkan ke dunia ini atau tidak. Menurut Daily Star, Jumat 15 Februari 2019, pria itu bernama Raphael Samuel, 27 tahun. Pria dari Mumbai, India, adalah advokat “anti-natalis” yang percaya anak-anak tidak boleh dibuat menderita. Dia mengklaim orang tua tidak memiliki hak untuk melahirkan jika seorang anak tidak setuju untuk dilahirkan. Tetapi meskipun mengklaim dia memiliki “hubungan yang hebat” dengan orang tuanya, dia sekarang akan mengambil tindakan hukum terhadap orang tuanya. Dia berkata: “Saya ingin memberi tahu semua anak-anak India bahwa mereka tidak berutang apa pun kepada orang tua mereka. “Saya mencintai orang tua saya, dan kami memiliki hubungan yang hebat, tetapi mereka memiliki saya untuk kesenangan mereka. “Hidup saya luar biasa, tetapi saya tidak melihat mengapa saya harus menjalani kehidupan lain melalui pergulatan...

Ukuran Kelamin Dinilai Terlalu Besar, Menantu Dipolisikan Mertua

Polsek Maron belum lama ini menemukan kasus yang terbilang unik. Sebuah kasus atas kematian seseorang yang semula diduga tidak wajar. Penyebabnya diketahui gara-gara ukuran alat kelamin. Kasus ini akhirnya tak sampai ke meja hijau, setelah upaya Polsek Maron melakukan upaya mediasi. DAMAI : Sito dan Basar didampingi petugas polsek Maron beberapa waktu lalu. (Polsek Maron for Jawa Pos Radar Bromo) Adalah Sito, 55, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, yang melaporkan kasus ini. Sito melaporkan Basar, yang tak lain menantunya sendiri. Pelaporan tersebut, atas tuduhan pembunuhan terhadap anaknya yaitu Jumatri. Aipda Dadang, Kanit Reskrim Polsek Maron mengatakan, laporan pembunuhan itu dilayangkan beberapa waktu lalu. Yang menjadi terlapor yaitu menantunya, yang diduga karena memiliki alat kelamin yang besar. “Jadi, meninggalnya anak pelapor (Jumatri) itu sempat diduga karena akibat suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar. Sehi...

Pantai Tumpapa, Wisata Andalan Sulteng yang Kaya Dengan Satwa

Menikmati pesona keindahan alam Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Dan dari sekian banyak destinasi wisata itu tampaknya perlu anda tahu juga objek wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Salah satunya adala Pantai Tumpapa di Kabupaten Parigi Moutong, pantai ini dikenal sebagai objek wisata unggulan di provinsi Sulawesi Tengah. Suasana hutan bakau yang masih asri di objek wisata ini akan menyambut kita ketika memasuki lokasi pantai tersebut. Selain itu, terdapat pula satwa-satwa liar yang hidup di sekitar hutan, seperti burung bangau, biawak, dan elang pantai. Saat tiba di lokasi kita akan disuguhkan hamparan pasir putih yang membentang sepanjang garis pantai dengan ditumbuhi pepohonan.