Langsung ke konten utama

Di Gudang yang Kebanjiran itu, Ada 14.745 Kotak Suara yang Telah Dirakit

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, masih melakukan pendataan untuk kotak suara yang rusak akibat terendam oleh banjir pada Sabtu (9/2) lalu. "Saya belum dapat data yang tepat (untuk kotak suara yang rusak)," kata Ketua KPU Kabupaten Cirebon Saefuddin Jazuli saat dihubungi, Senin (11/2).

Pekerja mengumpulkan kotak suara yang rusak di gudang logistik KPUD Cirebon, di Plumbon, Cirebon,  Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). (Foto: Antara/Dedhez Anggara)

Jazuli menuturkan kejadian kebanjiran pada Sabtu (9/2) lalu memang sangat tidak diduga. Sebab, gudang yang berada di Kecamatan Plumbon sudah digunakan lama oleh KPU.

Di dalam gudang yang terkena banjir itu, dia mengatakan, terdapat 14.745 kotak suara yang telah dirakit dan tidak semua kotak suara itu terkena banjir. "Ini karena curah hujan tinggi dan juga adanya angin kencang sehingga membuat air masuk melalui celah-celah yang ada di gudang. Kejadian ini di luar dugaan kami," ujarnya.

Dia mengaku sudah memindahkan logistik Pemilu 2019 yang masih baik ke gudang lainnya yang lebih aman, agar tidak rusak.

"Yang masih bagus kita pindahkan ke gudang lain, yang aman dan untuk gudang yang berada di Plumbon ada empat dan ada satu paling belakang masih aman," tuturnya.

Jazuli menambahkan sesaat setelah kejadian itu, KPU langsung menjemur kotak suara yang terkena air, hal itu upaya untuk meminimalkan kerusakan yang lebih parah.

"Kami kemarin sudah menjemur kotak suara yang terkena air, agar bisa diselamatkan," kata Jazuli.

Sumber: republika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pria Ini Tuntut Orang Tuanya Karena Dilahirkan Tanpa Izin Dirinya

Seorang pria di India dilaporkan akan menuntut orang tuanya secara hukum karena melahirkannya tanpa memintai izin apakah dia memang ingin dilahirkan ke dunia ini atau tidak. Menurut Daily Star, Jumat 15 Februari 2019, pria itu bernama Raphael Samuel, 27 tahun. Pria dari Mumbai, India, adalah advokat “anti-natalis” yang percaya anak-anak tidak boleh dibuat menderita. Dia mengklaim orang tua tidak memiliki hak untuk melahirkan jika seorang anak tidak setuju untuk dilahirkan. Tetapi meskipun mengklaim dia memiliki “hubungan yang hebat” dengan orang tuanya, dia sekarang akan mengambil tindakan hukum terhadap orang tuanya. Dia berkata: “Saya ingin memberi tahu semua anak-anak India bahwa mereka tidak berutang apa pun kepada orang tua mereka. “Saya mencintai orang tua saya, dan kami memiliki hubungan yang hebat, tetapi mereka memiliki saya untuk kesenangan mereka. “Hidup saya luar biasa, tetapi saya tidak melihat mengapa saya harus menjalani kehidupan lain melalui pergulatan...

Ukuran Kelamin Dinilai Terlalu Besar, Menantu Dipolisikan Mertua

Polsek Maron belum lama ini menemukan kasus yang terbilang unik. Sebuah kasus atas kematian seseorang yang semula diduga tidak wajar. Penyebabnya diketahui gara-gara ukuran alat kelamin. Kasus ini akhirnya tak sampai ke meja hijau, setelah upaya Polsek Maron melakukan upaya mediasi. DAMAI : Sito dan Basar didampingi petugas polsek Maron beberapa waktu lalu. (Polsek Maron for Jawa Pos Radar Bromo) Adalah Sito, 55, warga Dusun Brukkan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, yang melaporkan kasus ini. Sito melaporkan Basar, yang tak lain menantunya sendiri. Pelaporan tersebut, atas tuduhan pembunuhan terhadap anaknya yaitu Jumatri. Aipda Dadang, Kanit Reskrim Polsek Maron mengatakan, laporan pembunuhan itu dilayangkan beberapa waktu lalu. Yang menjadi terlapor yaitu menantunya, yang diduga karena memiliki alat kelamin yang besar. “Jadi, meninggalnya anak pelapor (Jumatri) itu sempat diduga karena akibat suaminya yang memiliki alat kelamin tidak wajar. Sehi...

Pantai Tumpapa, Wisata Andalan Sulteng yang Kaya Dengan Satwa

Menikmati pesona keindahan alam Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Dan dari sekian banyak destinasi wisata itu tampaknya perlu anda tahu juga objek wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Salah satunya adala Pantai Tumpapa di Kabupaten Parigi Moutong, pantai ini dikenal sebagai objek wisata unggulan di provinsi Sulawesi Tengah. Suasana hutan bakau yang masih asri di objek wisata ini akan menyambut kita ketika memasuki lokasi pantai tersebut. Selain itu, terdapat pula satwa-satwa liar yang hidup di sekitar hutan, seperti burung bangau, biawak, dan elang pantai. Saat tiba di lokasi kita akan disuguhkan hamparan pasir putih yang membentang sepanjang garis pantai dengan ditumbuhi pepohonan.